Lure atau umpan tiruan "kepala merah" untuk mancing ikan Hampala

Sahabat Panarang... untuk mengisi waktu luang dan menyalurkan hobi mancing, kali ini lure atau umpan tiruan "kepala merah" dibeli untuk melanjutkan sesi belajar mancing ikan Hampala dengan teknik casting. Masih dalam rangka mencari jawaban untuk keyakinan bahwa si predator air tawar mau menyambar umpan tiruan... karena jauh dari lubuk hati masih terbesit keraguan akan terkecohnya ikan yang ditarget.


Bukan tanpa alasan, rekan-rekan... ikan yang ditarget meski terkenal agresif tapi sejak lahir sudah ditakdirkan menjadi ikan. Jadi... logikanya dia bisa membedakan mana yang ikan dan mana yang tidak, hehe... bercanda (^_^) Yup... segera dengan membawa peralatan pancing lengkap dan menyusuri anak sungai yang beberapa hari sudah ditinjau akan keberadaan ikan target yaitu Hampala alias Barau.

Alhasil... hanya dalam beberapa kali lemparan, terlihat keberadaan ikan target lewat sambaran saat lure melintas. Masih dalam tahap belajar dan memahami teknik mancing seperti ini... umpan yang tidak kena sambar... terus ditarik dan lempar kembali. Hanya saja tidak pernah ada sambaran lagi sampai akhirnya memutuskan untuk istirahat dari pada jenuh dan putus asa, wkwkwk... (^_^)

Untuk sementara... kesimpulan yang didapat, ikan Hampala memang tertarik dengan lure tapi bukan lantaran ingin memakannya melainkan merasa terusik dengan wilayah kekuasaannya. Hmmm... tapi semua itu hanya opini semata, lantaran kecepatan lure saat dimainkan sebenarnya dalam jangkauan ikan target sementara sambaran yang dilakukannya hanya berjarak beberapa jengkal disisi atau disamping lure, bukannya dibelakang si "kepala merah" yang tenggelam beberapa jengkal dari permukaan air.

Walah... pokoknya bikin penasaran dan nggak sabar untuk merasakan strike pertama ikan hampala dengan menggunakan umpan tiruan, bukan dengan cacing tanah seperti biasanya, haha (^_^)