Mancing ikan Tawes umpan tempe goreng

Sahabat Panarang... cerita mancing ikan kali ini berawal dari ibunya anak-anak yang sedang menggoreng tempe. Tiba-tiba keinginan untuk mancing ikan Tawes dengan umpan tempe goreng datang begitu saja dan tak terbendung. Padahal cuaca tidak mendukung lantaran usai hujan dan sudah menjelang senja. Trus... apa pengalaman berharga kali ini?


Yup, disatu sisi penulis mengaitkan dengan opini tentang kehidupan. Karena mancing lebih dekat pengibaratan nya dengan dunia usaha. "Jika kita menginginkan ikan, maka pikirkan umpan yang disukai oleh ikan yang ditarget". Begitu juga dalam usaha, kita harus memikirkan apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh calon pelanggan atau pembeli. Walah... ngelantur (^_^)

Aktivitas mancing kali ini menambah pengalaman dan pelajaran baru bagi penulis. Berhasilnya mendapatkan ikan Tawes disaat air sungai menjadi keruh dan semakin deras lantaran usai hujan, mematahkan segala bentuk pendapat umum yang selama ini menjadi pengungkung pemikiran. Kata orang, mancing harus lihat kondisi air dan mancing dalam situasi seperti yang penulis lakukan dianggap edan atau bodoh karena ikan tidak akan makan.

Tapi selang beberapa menit setelah umpan tempe dipasang ke mata kail dan dilempar ke bagian tepi sungai yang arus airnya kurang deras... tiba-tiba umpan dimakan dan ditandai dengan apungan yang tenggelam secara mendadak. Terlihat sekali agresif ikan yang memakan umpan, sehingga spontan penulis membalas dan seekor ikan Tawes yang di daerah penulis dikenal dengan nama Paweh... berhasil dikeluarkan dengan mata kail yang menancap di mulut bagian atas. Bersyukur atas rezeki-Nya yang Maha Kaya.

Tak lama berselang, umpan pun kembali dimakan dan kali ini mungkin belum rezeki, perlawanan ikan terasa sangat kuat dan tiba-tiba mata kail putus. Alamak... setelah diperhatikan, senar sudah banyak yang rusak dan genting. Lantaran selama ini hanya menarget ikan kecil, kondisi senar tidak pernah diperhatikan. Ternyata kesiapan dalam menangkap peluang, menentukan juga keberhasilan kita dalam usaha yang dilakukan. Jika penulis benar-benar dalam kondisi siap, mungkin ikan yang sudah pasti terpancing... tidak akan lepas jika senar tidak putus.

Byuh... kecewa tapi akhirnya bisa menghibur diri sendiri dan mengingat, bahwa rezeki itu sudah ada yang mengatur. Selama ada usaha, ada hasil yang akan didapat. Jika belum rezeki, ya... harus sabar dan terus berusaha sembari berdo'a serta bertawakkal hanya kepada Nya.

Akhirnya, penulis memutuskan untuk mengakhiri aktivitas mancing dengan membawa pulang seekor ikan Tawes hasil pancingan dengan umpan tempe goreng serta masih berpikir... begitu mudahnya mendapatkan ikan dari sungai. Jika kita tidak berbuat kerusakan maka alam akan menyediakan banyak sumber daya yang berlimpah dan bisa dimanfaatkan bersama-sama.

Yup... soal tarikan ikan Tawes ? Wew... lumayan untuk sensasi ikan sungai kecil. Sahabat Panarang... ada yang pernah mencoba dan memiliki pengalaman mancing ikan Tawes dengan umpan tempe goreng ?

Tonton Juga : Mancing Ikan Paweh atau Wader Umpan Minyak Sawit