Nila goreng lado ijau

Sahabat Panarang... melanjutkan cerita tentang nasib ikan nila yang didapat dari hasil mancing di kolam sendiri beberapa waktu yang lalu, setelah dibersihkan untuk dimasak dan disajikan di meja makan menjadi nila goreng lado ijau. Entah lantaran harga cabai sedang anjlok, porsi cabai muda yang dikenal di daerah penulis dengan nama lado ijau atau lado mudo sepertinya terlalu banyak sehingga pedasnya pun sempurna. Alamak... tobat... (^_^)

Sedikit rumit dalam proses memasak lantaran permintaan penulis kali ini terlalu banyak. Mulai dari membersihkan sisik ikan sampai menggoreng ikan nila hasil pancingan secara terpisah dengan cabai hijaunya. Tujuan yang ingin penulis dapatkan adalah kondisi daging ikan yang tetap rapuh dan gurih saat disajikan.


Alhasil... nila goreng lado ijau yang merupakan hasil pancingan istri saat mancing di kolam sendiri dinikmati bersama walau hanya beberapa ekor. Hmmm... ternyata pedasnya cabai hijau berpadu sempurna dengan daging ikan nila yang gurih dan rapuh lantaran sengaja digoreng sedikit lebih lama dari biasanya.

Baca Juga : Mancing ikan nila besar yang bikin istri kegirangan

Salah satu keuntungan menggoreng ikan nila secara terpisah dengan lado ijau, anak-anak masih bisa menikmati daging ikan tanpa khawatir dan takut dengan pedasnya cabai muda. Karena cabai muda alias lado ijo ditambahkan hanya pada saat akan dimakan. Walah... ketagihan, nih... (^_^)

Sekian dulu sahabat Panarang, lain kali kita bahas tentang aneka kuliner yang dimasak dengan tambahan lado ijau atau cabai hijau alias cabai muda.

Baca Juga : Bakar ikan nila hasil tangkapan di kolam sendiri