Mancing ikan mansai umpan minyak sawit

Sahabat Panarang... percobaan menggunakan umpan minyak sawit untuk mancing ikan mansai akhirnya membuahkan hasil juga. Mengambil lokasi di lubuk larangan Guguk Jaik yang kebetulan masih bebas mancing lantaran belum ada ikan yang sengaja dilepas oleh pengurus, umpan minyak sawit pun beraksi dengan mata kail ukuran kecil.


Memulai aktivitas mancing dari pagi sampai tengah hari, nyaris putus asa lantaran tidak ada tanda-tanda ikan mencicipi umpan. Pada hal informasi yang dikumpulkan dari warga setempat, jenis ikan yang ditarget populasinya lumayan banyak. Mungkin lantaran keberuntungan masih belum datang, belum seekor ikan mansai pun berhasil didapat.

Tepat tengah hari, posisi mancing pun digeser. Salah seorang dari warga lokal yang kebetulan lewat yaitu seorang kakek yang pulang dari sawah memberi saran untuk mencoba di lokasi yang air nya deras. Walah... makin pusing dan bimbang dengan usulan tersebut karena logikanya sangat bertolak belakang dengan sifat umpan minyak sawit yang mudah lepas dari mata kail.

Akhirnya penulis mencoba mengingat kembali teknik mancing ikan mansai yang pernah dilihat dari seorang bocah saat mancing di lokasi yang sama tahun lalu. Setelah umpan minyak sawit dipasang ke mata kail, umpan pun dilemparkan ke aliran air, bukannya ke air yang tenang.

Beberapa kali umpan habis bukan lantaran dimakan ikan mansai, namun satu kali penulis sempat melihat gerakan apungan yang terbenam seperti ikan memakan umpan. Tapi hanya beberapa detik saja dan tidak memiliki kesempatan untuk membalas.

Gairah mancing pun bangkit, sepertinya keberadaan ikan yang ditarget sudah terdeteksi dan tinggal menemukan momen yang tepat. Umpan minyak sawit yang hanya sebesar upil pun dilemparkan lagi seperti terhanyut dibawa arus sungai. Yup, apungan tenggelam sejenak dan spontan penulis membalas dengan cepat. Akhirnya... seekor ikan mansai berhasil terpancing (^_^)

Alamak... puas sekali rasanya. Ternyata mancing ikan kecil dan nakal ini memang lumayan sulit tapi cukup memberi sensasi tersendiri. Mata kudu waspada dan konsentrasi tidak boleh buyar walau sedetik pun. Penulis yang terbiasa dengan gaya mancing santai sembari melamun, dipaksa fokus untuk mancing kali ini.

Byuh... senang dan puas. Akhirnya penulis memutuskan untuk menyelesaikan misi hari ini dengan sholat Zuhur diatas batu yang ada didekat sungai. Setelah mengambil foto beberapa kali jepretan, ikan mansai pun dilepaskan kembali kehabitatnya dengan pertimbangan tidak mencukupi untuk dijadikan lauk... dari pada mubajir, hehe... (^_^)