Belut goreng balado campur tempe

Sahabat Panarang... mencoba untuk tetap setia menuliskan sesuatu yang baru setiap saat di blog Panarang, hanya berbagi cerita dan pengalaman... siapa tahu dapat sahabat yang banyak lantaran rajin blogging. Walah... ngimpi, hehe... Lanjut, pada sesi kali ini kita bakal membahas seputar belut goreng balado yang dicampur dengan tempe.


Bukan tanpa alasan, pada dasarnya belut enaknya digoreng tanpa harus ditambahkan tempe atau yang lainnya. Jika suka yang pedas-pedas, penambahan cabe merah mau pun hijau... mau yang keriting atau ikal sedikit, tetap enak. Lha... dari sononya belut memang enak untuk dijadikan lauk meski dimasak dengan beraneka cara.

Baca Juga : Gulai Belut Patai Cino

Trus, kenapa belut goreng balado dicampur dengan tempe ? Yup, karena hasil tangkapan sendiri yang jumlahnya hanya beberapa ekor dan sudah dibagi untuk dimasak dengan cara digulai... keputusan untuk menambahkan tempe pun menjadi alternatif yang tidak menghilangkan cita rasa belut yang gurih.

Sayangnya, sesi pemotretan dilakukan setelah selesai menyantap hidangan dimeja makan dan dalam kondisi perut kekenyangan. Alamak... nyaris lupa bersyukur kepada yang maha pemberi rezeki karena telah melimpahkan rezeki Nya. Semoga kelestarian alam bisa terus terjaga dan sumber makanan pun berlimpah untuk dinikmati oleh generasi yang akan datang.

Sedikit catatan bagi penulis, alangkah Maha Kaya Nya sang pencipta alam semesta ini... dimana rezeki Nya pun ada dimana-mana bahkan dalam tanah yang berlumpur sekalipun. Dan sebagai hamba Nya yang berjuang dalam mendapatkan rezeki Nya yang halal... hendaknya jangan pernah berputus asa untuk mencari rezeki dengan cara berusaha dan berdoa.

Sekian dulu sahabat, nggak enak jika diteruskan terlalu panjang karena akan seperti memberi ceramah dan terkesan menggurui. Tapi ngomong-ngomong soal mancing belut... hmmm, seru juga saat umpan dimakan dan tarik-tarikan dengan belut (^_^)