Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2016

Ikan Mansai goreng gurih dan renyah

Sahabat Panarang... rasa penasaran untuk mencicipi ikan mansai yang digoreng dengan bumbu seadanya, akhirnya tercapai juga setelah ilmu mancing ikan mansai berhasil dipelajari sendiri. Dengan modal mata pancing ukuran kecil dan umpan minyak sawit, 4 ekor ikan mansai goreng yang gurih dan renyah tersaji di meja makan.

Awalnya penulis sendiri menyangsikan rasa daging ikan hasil mancing di sungai dekat tempat tinggal. Disamping itu, ikan yang terkenal memiliki tulang kecil yang banyak... bakal sulit untuk disantap. Tapi ternyata dugaan itu keliru... malah semua kesan yang didapat, lumayan enak dan patut diacungi jempol. Entah lantaran koki pribadi yang pintar masak atau memang ikan mansai yang pada dasarnya enak untuk dikonsumsi, haha (^_^)

Prediksi awal, anak-anak tidak akan suka dan sulit untuk memakannya. Namun kenyataannya, ikan mansai yang digoreng sampai matang sempurna dan disajikan dalam keadaan panas... sangat gurih dan renyah. Tulang-tulangnya rapuh dan bisa dimakan layaknya m…

Mancing ikan mansai atau wader, serunya bikin ketagihan

Sahabat Panarang... melanjutkan aktivitas mancing beberapa hari yang lalu, rasa penasaran lantaran berhasil mendapatkan ikan mansai atau wader dengan umpan minyak sawit membuat keinginan untuk menghampiri lokasi yang sama. Ternyata... serunya bikin ketagihan.

Sempat putus asa bercampur kesal pada awalnya, lantaran menemukan pemandangan yang kurang menyenangkan sebagai pemancing. Lha... apa itu? Yup, dua orang saling pamer hasil tangkapan mereka yang banyak dari sungai dekat spot incaran . Satu diantaranya menggunakan jala dan satunya lagi menggunakan racun yang terbuat dari akar tanaman.

Walah... main gampang dan parahnya merusak ekosistem yang ada di sungai. Bukannya iri dengan hasil tangkapan mereka, hanya menyayangkan aksi penangkapan dengan cara yang tidak benar. Tapi beberapa pelaku yang sering menangkap ikan dengan racun yang terbuat dari akar tanaman atau biasa dikenal dengan nama "tubo urek" di daerah penulis, merasa tindakan mereka masih dalam batas wajar karena ik…

Mancing ikan mansai umpan minyak sawit

Sahabat Panarang... percobaan menggunakan umpan minyak sawit untuk mancing ikan mansai akhirnya membuahkan hasil juga. Mengambil lokasi di lubuk larangan Guguk Jaik yang kebetulan masih bebas mancing lantaran belum ada ikan yang sengaja dilepas oleh pengurus, umpan minyak sawit pun beraksi dengan mata kail ukuran kecil.

Memulai aktivitas mancing dari pagi sampai tengah hari, nyaris putus asa lantaran tidak ada tanda-tanda ikan mencicipi umpan. Pada hal informasi yang dikumpulkan dari warga setempat, jenis ikan yang ditarget populasinya lumayan banyak. Mungkin lantaran keberuntungan masih belum datang, belum seekor ikan mansai pun berhasil didapat.

Tepat tengah hari, posisi mancing pun digeser. Salah seorang dari warga lokal yang kebetulan lewat yaitu seorang kakek yang pulang dari sawah memberi saran untuk mencoba di lokasi yang air nya deras. Walah... makin pusing dan bimbang dengan usulan tersebut karena logikanya sangat bertolak belakang dengan sifat umpan minyak sawit yang mudah …

Umpan minyak sawit untuk mancing ikan mansai

Sahabat Panarang... rasa penasaran ingin merasakan tingkat kesulitan lebih tinggi dari pengalaman mancing biasanya, kali ini penulis sengaja membeli umpan sawit untuk mancing ikan mansai yang lumayan nakal saat memakan umpan.

Umpan minyak sawit yang berwarna kuning, saat dibeli di toko yang menjual peralatan pancing dekat tempat tinggal penulis... awalnya seperti es batu lantaran disimpan dalam kulkas. Alamak... sempat heran dan rada bingung bagaimana cara menggunakannya, hehe (^_^)

Setelah mendapatkan sedikit penjelasan dari pedagang, katanya umpan minyak sawit akan encer kembali setelah sesuai dengan suhu ruangan. Apa bila terlalu encer dan susah untuk dipasang ke mata kail, penambahan sedikit tepung boleh dilakukan kata yang menjual.

Yup, oke deh... soal tepung, dirumah lumayan banyak tersedia sebab aktivitas membuat aneka jajanan pasar tidak terlepas dari tepung. Jadi... stok tepung lumayan terjamin, hehe (^_^)

Ikan yang ditarget dengan menggunakan umpan minyak sawit kali ini ada…

Nila goreng lado ijau

Sahabat Panarang... melanjutkan cerita tentang nasib ikan nila yang didapat dari hasil mancing di kolam sendiri beberapa waktu yang lalu, setelah dibersihkan untuk dimasak dan disajikan di meja makan menjadi nila goreng lado ijau. Entah lantaran harga cabai sedang anjlok, porsi cabai muda yang dikenal di daerah penulis dengan nama lado ijau atau lado mudo sepertinya terlalu banyak sehingga pedasnya pun sempurna. Alamak... tobat... (^_^)

Sedikit rumit dalam proses memasak lantaran permintaan penulis kali ini terlalu banyak. Mulai dari membersihkan sisik ikan sampai menggoreng ikan nila hasil pancingan secara terpisah dengan cabai hijaunya. Tujuan yang ingin penulis dapatkan adalah kondisi daging ikan yang tetap rapuh dan gurih saat disajikan.

Alhasil... nila goreng lado ijau yang merupakan hasil pancingan istri saat mancing di kolam sendiri dinikmati bersama walau hanya beberapa ekor. Hmmm... ternyata pedasnya cabai hijau berpadu sempurna dengan daging ikan nila yang gurih dan rapuh l…

Mancing ikan nila besar yang bikin istri kegirangan

Sahabat Panarang... beberapa ekor ikan nila dengan ukuran besar, berhasil dipancing dengan menggunakan umpan cacing. Strike yang lumayan kuat membuat ketagihan dan bikin istri kegirangan. Alamak... siang bolong panas terik, ngomongin apa nih ?

Masih seputar mancing, kok... tidak keluar dari jalur pembicaraan yang sering dibahas di blog Panarang. Tapi kali ini pemancingnya adalah istri yang sudah kangen dengan ikan nila yang sengaja dibudidayakan di kolam sendiri. Beberapa bulan belakangan, aktivitas mancing di kolam sendiri sudah jarang dan ikan nila yang ada... sudah tidak diketahui ukurannya.

Walah... ikan di kolam sendiri tidak didata dengan baik, hehe... (^_^) Benar begitu adanya, sahabat... aktivitas mancing penulis lebih banyak diluar rumah dan untuk memenuhi kebutuhan lauk... biasanya dipancing sendiri oleh istri dengan peralatan pancing yang sudah penulis persiapkan lengkap dengan umpannya.

Lantaran sudah lumayan lama tidak pernah mancing lagi, ekspresi kegirangan yang nyaris…

Belut goreng balado campur tempe

Sahabat Panarang... mencoba untuk tetap setia menuliskan sesuatu yang baru setiap saat di blog Panarang, hanya berbagi cerita dan pengalaman... siapa tahu dapat sahabat yang banyak lantaran rajin blogging. Walah... ngimpi, hehe... Lanjut, pada sesi kali ini kita bakal membahas seputar belut goreng balado yang dicampur dengan tempe.

Bukan tanpa alasan, pada dasarnya belut enaknya digoreng tanpa harus ditambahkan tempe atau yang lainnya. Jika suka yang pedas-pedas, penambahan cabe merah mau pun hijau... mau yang keriting atau ikal sedikit, tetap enak. Lha... dari sononya belut memang enak untuk dijadikan lauk meski dimasak dengan beraneka cara.

Baca Juga : Gulai Belut Patai Cino

Trus, kenapa belut goreng balado dicampur dengan tempe ? Yup, karena hasil tangkapan sendiri yang jumlahnya hanya beberapa ekor dan sudah dibagi untuk dimasak dengan cara digulai... keputusan untuk menambahkan tempe pun menjadi alternatif yang tidak menghilangkan cita rasa belut yang gurih.

Sayangnya, sesi pemo…

Gulai belut patai cino

Sahabat Panarang... agenda mancing untuk mengisi waktu luang di hari minggu kali ini penulis gunakan untuk memancing belut. Namanya hobi, walau aktivitasnya terkesan kurang kerjaan tapi serunya tetap berujung dengan kepuasan batin. Bermodal sebuah pancing belut yang terbuat dari seutas senar yang dipelintir sedemikian rupa, penyaluran hobi berakhir di meja makan dengan sepiring gulai belut patai cino. Walah... maksudnya apa?

Begini sahabat Panarang, di daerah penulis tanaman yang memiliki bentuk seperti petai dengan ukuran kecil ini disebut dengan patai cino. Biasanya gunakan untuk tambahan dalam masakan dan kerap kali ditambahkan pada masakan yang diolah dengan cara digulai. Soal rasa ? Hmmm... lumayan untuk menambah selera makan, karena rasanya tidak pahit dan khas.

Trus, memasak belut dengan cara digulai... pada awalnya memang terdengar aneh bagi penulis. Beberapa ekor belut hasil tangkapan sendiri akhirnya dibagi untuk dimasak dengan cara digoreng dan digulai. Untuk belut yang ak…

Sukses menghilangkan lure ketiga

Sahabat Panarang... keinginan untuk bisa mancing Hampala dengan umpan tiruan menggantikan umpan cacing, membuat penulis sukses menghilangkan lure ketiga. Apes... selamat melakukan latihan di sungai yang berukuran lumayan lebar, kembali ke anak sungai yang sempit dan dangkal membuat lure tersangkut dan menjadi penghuni sungai, wkwkwk (^_^)

Padahal jika dipikir-pikir... seharusnya penulis harus paham dengan tipe lure atau umpan tiruan yang digunakan. Tapi lantaran masih amatir dan tahap belajar, aksi beli lure dan lempar langsung kedalam air menjadi hasrat yang sulit sekali dibendung. Ternyata... tipe yang dibeli kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Umpan tiruan yang mirip ikan ini, ternyata minnow dengan tipe mudah tenggelam. Pantas saja saat belajar menggunakan di sungai yang lebar dan lumayan dalam tidak terjadi masalah, dan langsung raib saat bermain di sungai yang dangkal.

Sabar... dari pada nangis guling-guling lebih baik belajar lagi lebih jauh tentang lure, cari informasi s…