Papan peringatan ikan larangan, denda nya ngeri

Sahabat Panarang... beberapa waktu lalu, penulis singgah ke sebuah toko di daerah Pemandian Air Panas Bukit Kili, Solok, Sumatera Barat. Tujuan utama adalah membeli tas pancing untuk membawa joran dan berbagai peralatan lainnya saat mengisi waktu luang dengan memancing. Yup, namanya hobi... melihat ke sungai, mata pun langsung terangsang. Walah... bukan apa-apa, maksudnya papan peringatan ikan larangan ternyata ngeri.


Kenapa tidak... ikan larangan yang sengaja dilepas di sungai, jika ketahuan memancingnya dalam kategori mencuri maka akan didenda 100 sak semen. Alamak... ngeri tho, hehe (^_^) Tapi boleh-boleh yang saja, namanya juga aturan setiap daerah beda-beda dan memang sudah menjadi kesepakatan mereka bersama. Tapi apa jadinya jika yang memancing, tidak tahu sama sekali dan berasal dari daerah luar?

Mudah-mudahan saja, masih diberi kelonggaran dengan ditegur agar menghentikan aktivitas memancing di sepanjang anak sungai yang menjadi lokasi ikan larangan. Jadi... bagi sahabat yang suka memancing, mungkin ada baiknya bertanya kepada penduduk sekitar... sebelum melempar mata kail yang sudah diberi umpan lantaran sudah tidak sabaran untuk memancing.

Sekian sahabat Panarang, semoga bisa menjadi referensi kita bersama. Perhatikan dengan seksama apakah ada papan peringatan ikan larangan dan jangan segan untuk bertanya agar terhindar dari denda nya yang ngeri (^_^)