Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2016

Video Belajar Sendiri Mancing Ikan Hampala Teknik Casting

Sahabat Panarang... setelah dua kali kehilangan lure atau umpan tiruan, akhirnya lokasi untuk belajar sendiri mancing ikan Hampala dipindahkan. Yup, alasannya tidak ingin kehilangan lagi lure ketiga dalam waktu sekejap. Berjalan entah berapa kilo dari rumah dengan perbekalan biasa yaitu segelas kopi yang akan menemani saat istirahat.
Sungai yang dijadikan spot mancing kali ini berada di daerah Solok, tepatnya di belakang GOR Batu Tupang, Koto Baru Solok, Sumatera Barat. Jika kita berdiri dibelakang GOR, akan terlihat sungai dengan aliran air yang lumayan bersih dan masih jauh dari pencemaran.

Posisi yang dirasa paling tepat untuk belajar casting Hampala yaitu di bagian pertemuan dua arus sungai dimana terdapat tebing yang jelas terlihat dari ketinggian GOR Batu Tupang. Memilih waktu mancing menjelang sore hari, perjalanan dari rumah dimulai jam 02:00 siang dan baru sampai lokasi setelah menempuh perjalan dengan jalan kaki selama 1 jam lebih.

Belum adanya akses jalan yang bisa dilalui…

Mancing malam di sungai dapat lele besar

Sahabat Panarang... pulang malam dalam keadaan basah kuyup bukan lantaran kehujanan semata, melainkan nyemplung lagi ke dalam sungai saat melompat dari batu ke batu. Alamak... apes tapi puas dengan hasil tangkapan  seekor lele ukuran besar. Cuaca yang kurang mendukung lantaran hujan deras dan sesekali kilat menyambar membuat suasana mancing jadi sedikit mencekam lantaran pergi mancing sendirian.

Cuaca yang sedang tidak bersahabat malah memberi keuntungan tersendiri. Jika didaerah penulis ada istilah, "kilek patuih panubo limbek" ... sebenarnya penulis sendiri juga kurang paham dengan maksudnya, dimana kilek patuih artinya kilat petir sementara panubo limbek maksudnya meracun ikan limbek. Entah benar atau salah, intinya penulis artikan cuaca yang sedang hujan dan kilat sangat cocok untuk mancing ikan limbek, hehe... (^_^)

Ikan Limbek sendiri sebenarnya penulis juga kurang akrab, konon kabarnya... bentuk dan perawakan mirip dengan ikan lele tapi memiliki sisik. Hmmm... jadi p…

3 perlengkapan pancing yang selalu siap sedia dalam tas pancing

Sahabat Panarang... Lokasi untuk mancing di daerah penulis sebenarnya cukup bervariasi, tidak selalu berbatu dan berukuran kecil atau anak sungai. Sehingga butuh penyesuaian dalam hal perlengkapan pancing yang selalu siap sedia dalam tas pancing. Apa saja itu? Yuk... kita bahas lebih lanjut.

1. MATA PANCING BERBAGAI UKURAN

Ukuran mata pancing yang sering disediakan biasanya dari yang kecil dengan No 1, 6,7 dan 10. Sengaja distok dalam jumlah banyak lantaran kondisi di sungai kadang tidak terduga. Kehilangan mata pancing diantisipasi dengan mempersiapkannya dalam jumlah banyak.

Disamping itu, saat target ikan yang diinginkan tidak makan... alih-alih ganti sasaran baru dimana mata pancing juga harus menyesuaikan. Seperti saat mancing ikan mansai yang ukuran mulutnya kecil dan biasanya menggunakan mata kail ukuran No 1. Jika memaksa untuk menggunakan yang besar, dijamin tidak bakal berhasil mendapatkannya.


2. APUNGAN BERBAGAI UKURAN

Apungan kecil dan besar dengan berbagai ukuran juga se…

Lure Buatan Sendiri Tahap Pengecatan

Sahabat Panarang... melanjutkan misi membuat lure atau umpan tiruan sendiri, sekarang sudah masuk ketahap pengecatan. Lure yang dibuat dari kayu yang sudah tidak terpakai dan dibentuk menyerupai ikan kecil, agar lebih menarik perhatian ikan yang ditarget... dicat dengan menggunakan penbrush.

Tingkat kesulitannya ternyata terdapat pada media yang akan dicat, yaitu kayu. Bahan cat otomotif yang digunakan ternyata tidak bisa menutup dengan sempurna karena masuk kedalam pori-pori kayu. Walahdalah... awalnya sempat mengira pengecatan bakal lebih gampang dibandingkan mengecat mobil mau pun motor (^_^)

Pada bagian insang, sengaja ditambahkan dengan warna merah dengan menggunakan bulu ayam agar terlihat seperti darah yang belepotan. Sementara untuk bagian mata, awalnya ingin membeli mata yang mirip dengan lure yang pernah dibeli dulu. Sayangnya waktu mepet dan sudah tidak sabar untuk segera melihat hasil akhirnya.


Untuk lure yang satunya lagi, penambahan sedikit motif sisik ikan dengan mengg…

Lure Buatan Tangan Sendiri

Sahabat Panarang... entah kenapa, seperti keranjingan dan tiba-tiba isi kepala terus menerus seputar mancing. Hmmm... apa mulai kecanduan ya? hehe... (^_^) Setalah dua kali kehilangan lure alias umpan tiruan yang pecah menghantam batu karena ditarik paksa saat nyangkut di semak belukar sekitar lokasi mancing, akhir keputusan bersama sahabat untuk sedikit kreatif pun dilakukan. Alhasil... dua buah lure buatan tangan sendiri, berhasil ditelurkan.

Alamak... bukan kedua lure ini hasil karya penulis, hanya satu yang kecil dan satunya lagi buatan tangan sahabat yang juga tertarik untuk mencoba. Sembari ngopi dan duduk nyantai di rumahnya, dengan sepotong kayu yang tidak terpakai dan peralatan sederhana seperti pisau, gergaji dan tang, umpan tiruan yang masih jauh dari memuaskan berhasil juga dibuat dengan bantuan lem super.

Meski belum terlalu paham dengan seluk beluk lure dan mancing teknik casting, keinginan untuk terus belajar menjadi buntut dari rasa ingin tahu yang terus bikin penasar…

Ikan Hampala Hasil Tangkapan Dengan Jala

Sahabat Panarang... kali ini penulis betul-betul patah arang untuk mancing di lokasi favorit, dimana seekor ikan Hampala yang sudah lumayan besar ini merupakan hasil tangkapan dengan jala. Walahdalah... hancur berkeping-keping hati ini, pada sudah beberapa hari mancing di lokasi yang sama dan berharap bisa kembali merasakan dasyatnya tarikan Hampala dalam air.

Anak sungai yang memang tidak terlalu besar membuat ikan-ikan yang ada dengan mudah ditangkap dengan jala. Kebetulan tepat di lokasi yang biasa penulis kunjungi untuk mengisi waktu luang dengan mancing sembari ngopi sendirian, sedang dijala oleh beberapa orang yang masih kenal lantaran masih satu daerah. Alhasil... sampai sore tidak ada hasil yang didapat dengan cara memancing, ZONK...! (^_^)

Tapi tidak seluruh anak sungai yang ada didaerah penulis, bebas ditangkap ikannya dengan menggunakan jala. Rata-rata tidak membolehkan penggunaan jala apalagi sentrum dan racun. Jika ketahuan, sanksinya sangat berat dan tidak main-main...h…

Papan peringatan ikan larangan, denda nya ngeri

Sahabat Panarang... beberapa waktu lalu, penulis singgah ke sebuah toko di daerah Pemandian Air Panas Bukit Kili, Solok, Sumatera Barat. Tujuan utama adalah membeli tas pancing untuk membawa joran dan berbagai peralatan lainnya saat mengisi waktu luang dengan memancing. Yup, namanya hobi... melihat ke sungai, mata pun langsung terangsang. Walah... bukan apa-apa, maksudnya papan peringatan ikan larangan ternyata ngeri.

Kenapa tidak... ikan larangan yang sengaja dilepas di sungai, jika ketahuan memancingnya dalam kategori mencuri maka akan didenda 100 sak semen. Alamak... ngeri tho, hehe (^_^) Tapi boleh-boleh yang saja, namanya juga aturan setiap daerah beda-beda dan memang sudah menjadi kesepakatan mereka bersama. Tapi apa jadinya jika yang memancing, tidak tahu sama sekali dan berasal dari daerah luar?

Mudah-mudahan saja, masih diberi kelonggaran dengan ditegur agar menghentikan aktivitas memancing di sepanjang anak sungai yang menjadi lokasi ikan larangan. Jadi... bagi sahabat yang…