Umpan tiruan pertama untuk mancing ikan hampala

Sahabat Panarang... rasa penasaran setelah pertama kali mendapatkan ikan hampala menuntun penulis untuk terus berkelana mencari informasi yang masih berkaitan dengan aktivitas mancing. Hobi yang baru ditekuni lagi beberapa bulan belakangan ini sepertinya mulai membuat ketagihan dan ingin terus meningkatkan nya. Umpan cacing yang selama ini menjadi ajian pamungkas, sepertinya bakal di upgrade. Umpan tiruan diatas adalah yang pertama kali dimiliki untuk mancing ikan hampala. Hmmm... tepat atau tidak yang penting beli dulu, hitung-hitung sebagai pengalaman.


Berawal dari penjelajahan di Youtube sembari menikmati video mancing ikan hampala, nggak tau nya ketemu dengan saluran mas Agus Setyawan... lihat aksinya saat mancing dan mendapatkan ikan, alamak... bikin ngiri dan ngiler, wkwkw (^_^)

Proses belajar cepat pun dilakukan dengan browsing sana-sini, bukannya tambah pintar malah jadi makin bingung, hehe... tapi untuk sementara waktu, ilmu yang didapat baru sebatas umpan buatan yang digunakan untuk mancing ikan hampala. Jadi... umpan cacing tanah tidak laku untuk mancing dengan teknik casting.

Saking penasarannya, toko yang menjual peralatan mancing pun segera dihampiri walau berjarak lumayan jauh dari rumah. Banyak tanya kepada pemilik toko tentang umpan tiruan dan disuguhkan dengan beraneka bentuk... lantaran masih awam tetap saja tidak paham, padahal bicara dengan pemilik toko menggunakan bahasa daerah sendiri dan sudah pasti dimengerti, hehe (^_^)

Namun pilihan dijatuhkan pada umpan buatan yang seperti gambar diatas, entah cocok atau tidak untuk mancing ikan hampala yang jelas miliki dulu... langsung bayar dan enyah dari toko untuk segera pulang. Sesampai dirumah, ternyata tidak ada petunjuk apapun pada kemasan umpan tiruan yang bisa dijadikan panduan, haha... apes (^_^)

Siang hari umpan buatan langsung digunakan untuk mancing dilokasi favorit, tapi setelah dipikir-pikir... apa bisa? persoalannya anak sungai yang menjadi lokasi mancing dengan target ikan hampala, terlalu kecil dan banyak batu. Akhirnya proses belajar pun dilakukan dengan meniru teknik melemparkan umpan seperti yang dilihat di video Youtube.

Alhasil... nihil dan tidak berhasil dalam mendapatkan target. Malah lantaran sudah terbawa emosi, umpan buatan yang nyangkut disemak belukar disekitar lokasi mancing... ditarik paksa dan lepas dengan kecepatan tinggi. Umpan tiruan pun membentur batu dan langsung berkeping-keping... walahdalah, tamat.

Tapi semangat untuk terus belajar tidak akan hilang begitu saja, lain waktu bakal dipelajari lagi sampai bisa. Hmmm... sahabat Panarang ada yang bisa bantu ? (^_^)