Mengenal Peralatan Untuk Mancing Di Sungai

Sahabat Panarang... hobi mancing sebenarnya sudah lama penulis tinggalkan. Yup... sekitar tahun 1992 aktivitas mancing terhenti seketika lantaran dilarang orang tua agar tidak mengganggu aktivitas sekolah saat itu. Dan sekarang... setelah 23 tahun berlalu, keinginan untuk kembali menyalurkan hobi mancing sembari mengisi waktu luang... seolah bangkit dari dalam diri. Mengenal peralatan untuk mancing di sungai, sepertinya perlu dilakukan lagi sebab sudah banyak yang berubah seiring perubahan zaman.


Joran yang biasanya digunakan saat masih memancing bersama orang tua dulu, adalah joran model antena... dimana untuk memanjangkan nya mirip dengan cara kerja antena. Tapi sekarang joran yang umum digunakan adalah model patah yang bisa disambung pada saat akan digunakan. Walah... ketinggalan zaman penulis, hehe... :)

Berkenaan dengan katrol, seperti tidak ada perubahan... masih sama dengan yang penulis gunakan dulunya. Hmmm... sok tua, haha... :) tapi benar lho, 20 tahun tidak pernah mancing dan sekarang baru kembali melakoni aktivitas yang bisa membuat kepala dingin dan santai dalam menjalankan nya ini, membuat penulis merasa bukan hobi baru yang terkena virus dari rekan atau trend. Saking senang nya, mancing sendirian sampai menjelang subuh tetap ditempuh meski tidak ada teman ngobrol :)

Urusan benang atau nilon, masih seperti dulu... ukuran 0.20 mm dengan mata kail 7 menjadi andalan untuk mancing di sungai yang berbatu dan airnya tidak terlalu dalam. Keuntungan nya, resiko putus lantaran tersangkut lebih minim dibandingkan menggunakan benang dengan ukuran lebih kecil... maksudnya, jika nyangkut bisa ditarik paksa.

Nah... untuk yang satu ini, jujur saja adalah barang baru bagi penulis. Stopper yang berfungsi untuk menahan pelampung ternyata sudah ada yang menjual dalam kemasan siap pakai. Dulunya penulis menggunakan karet sebagai stopper atau menggunakan nilon yang pasang dengan cara sampul sederhana untuk menahan pelampung maupun pemberat. Lagian, saat itu model pelampung masih menggunakan pasak untuk menahan pelampung agar memiliki kedalaman yang diinginkan.

Alamak... jika dilanjutkan, makin ketahuan kalo penulis memang pemancing tempo dulu dan sudah ketinggalan zaman. Tapi bukan berarti sudah mahir dan kawakan soal mancing, sebab saat penulis demam mancing waktu itu, masih usia sepuluh tahun dan pergi mancing lantaran selalu diajak orang tua, wkwkwk... :)