Memancing Ikan Baung di Sungai Untuk Mengisi Waktu Luang

Melakukan pekerjaan rutin sehari-hari ternyata juga bisa membuat jenuh, apa lagi dengan kondisi perekonomian yang sedang lesu seperti sekarang ini. Memasuki bulan suci Ramadhan semua harga merangkak naik sementara daya beli masyarakat tidak begitu bagus. Ujung-ujungnya penghasilan pun menurun karena transaksi kurang, akhirnya cari inspirasi baru menjadi alasan pergi memancing ikan baung di sungai untuk mengisi waktu luang.


Pemilihan waktu memancing tergolong extreme, saat menjelang tengah malam sekitar jam 11 sampai dini hari menjelang shubuh. Biasanya ikan baung sangat mudah dipancing dengan kail yang hanya menggunakan umpan cacing tanah. Mendapatkan umpan pun tidak repot bisa dicari disekitar kebun dan pekarangan rumah lalu dimasukkan kedalam botol bekas minuman agar cacing tidak mudah keluar.

Memancing baung malam hari di sungai yang tidak begitu dalam dan berbatu ternyata memiliki tantangan tersendiri. Gelapnya malam terpaksa harus diatasi dengan membawa senter yang hanya tahan beberapa jam saja jika digunakan terus menerus. Jadi terpaksa penggunaan nya hanya pada saat dibutuhkan saja, seperti saat memasang umpan, melepaskan ikan dari kail saat berhasil mendapatkan ikan serta menerangi bagian sungai tempat kail akan dilemparkan.

Biasanya saat memancing malam hari selalu saja ada teman, atau janjian sejak siang hari agar tidak sendirian dan merasa suntuk. Namanya hobby, banyak atau sedikit ikan yang didapat tidak menjadi masalah karena target utama adalah mengisi waktu luang sembari mencari ide saat memancing. Dan bonus nya adalah ketenangan sesaat dan bisa memupus rasa suntuk dengan aktivitas harian yang selalu itu-itu saja. Beruntung malam ini mendapatkan beberapa ekor ikan baung meski ukurannya tidak besar tapi setidaknya kepuasan batin bisa didapat setelah pulang menjelang shubuh.

Peralatan pancing sederhana yang digunakan sudah mumpuni untuk mendapatkan target, yaitu ikan baung. Beberapa ekor ikan baung berhasil ditangkap dengan umpan cacing yang sebelumnya sudah disiapkan. Cara yang berbeda sempat ditempuh untuk mendapatkan ikan, baik menggunakan kail yang memakai apungan dengan penambahan scotlight untuk mempermudah saat kail dimakan ikan mau pun dengan penggunakan pemberat saja.

Ternyata teknik yang paling enak adalah menggunakan kail dengan pemberat, cara ini sangat praktis dan mudah dalam memancing baung. Kita hanya mengandalkan perasaan dengan memegang tali pada joran tanpa harus diterangi dengan senter maupun melihat apungan yang diberi scotlight. Hanya saja cara ini juga memiliki kelemahan tersendiri, lantaran sungai tidak tergolong besar dan dalam sehingga kail sering tersangkut diantara batu maupun pada sampah yang terbawa arus sungai yang lumayan deras. Kail putus menjadi hal yang biasa dan harus siap untuk bergerak cepat dalam mempersiapkan mata pancing yang baru.

Aktivitas memancing ikan baung di sungai hanyalah hobby dadakan dan seketika, hanya untuk mengisi waktu luang dan mencari inspirasi baru agar kembali fresh dalam menjalani kegiatan harian seperti semula.

Baca Juga : Mancing Ikan Baung Besar di Sungai Sumani