Memancing Belut Dengan Peralatan Sederhana

Panen padi sudah usai dan segera memasuki masa tanam, saat-saat begini paling seru untuk memancing belut dengan peralatan sederhana. Mengambil lokasi di sawah sekitar tempat tinggal dimana belut lumayan banyak. Aktivitas memancing belut kali ini mengingatkan masa kanak-kanak dulu dimana pakaian penuh lumpur dan pulangnya kena marah lantaran dalam keadaan kotor dan bau.


Peralatan pancing dibuat sendiri dari seutas benang nylon layangan yang disatukan dengan cara dipelintir. Cukup satu mata kail yang dimodifikasi kembali agar memiliki ukuran yang pas untuk menangkap belut ukuran besar mau pun kecil. Sayangnya memiliki sedikit kelemahan yaitu belut bisa terlepas karena pengait pada mata kail polos. Disisi lain mata kail seperti itu juga memiliki kelebihan tersendiri, kita tidak perlu repot saat melepaskan mata kail dari mulut belut karena dengan mudah akan terlepas.

Trik dalam menggunakan pancing belut dengan pengait mata kail polos, begitu belut berhasil tertangkap maka segera saja menangkapnya dengan tangan satu lagi dan dihempaskan. Beda dengan mata kail yang tidak polos, kita masih bisa bermain-main untuk memamerkan nya kepada teman yang diajak mancing belut bareng.

Umpan yang digunakan adalah cacing dan mudah dicari, alternatif lainnya bisa menggunakan ikan kecil yang ada di sawah. Lain daerah mungkin lain pula penamaan nya, karena didaerah kami dinamakan dengan Bada Lambau. Alhasil, hari ini menjelang sore beberapa ekor belut berhasil ditangkap dengan ukuran yang lumayan besar untuk belut sawah.

Aktivitas memancing belut disela kesibukan pekerjaan yang sedang sepi belakangan ini ternyata bisa mengisi waktu kosong, sayangnya tidak bisa mengisi perut yang kosong lantaran hari ini adalah hari pertama bulan puasa. Yap, setidaknya menunggu buka puasa tidak hanya bengong dan ada bonus belut yang bisa dijadikan lauk untuk sahur nantinya.